Jangan Salah Sebut: Kenali Perbedaan Kabut, Asap, dan Polusi

Table of Contents

kabut, asap, atau polusi sebenarnya?

Saat pagi terlihat ada lapisan putih yang menggantung rendah, banyak orang langsung menyebutnya kabut. Padahal, tidak semua yang tampak seperti kabut itu benar-benar kabut. Ada juga asap polusi dan kabut asap, yang bentuknya mirip tetapi asal dan komposisinya berbeda. Memahami perbedaannya penting supaya kita bisa menilai kondisi udara dengan tepat, terutama yang berkaitan dengan kesehatan.

Fenomena-fenomena ini tidak hanya mengganggu jarak pandang atau membatasi aktivitas sehari-hari. Dampaknya bisa langsung terasa pada pernapasan dan kondisi lingkungan. Karena itu, kita perlu tahu apa saja ciri masing-masing.

Ringkasan berikut merujuk pada penjelasan dari National Geographic Education, Kickassfacts, dan Met Office UK yang kami rangkum secara ringkas supaya lebih mudah dipahami.

Apa Itu Kabut?

Kabut adalah fenomena alam yang terjadi ketika butiran-butiran air sangat kecil tersuspensi di udara dekat permukaan tanah sehingga mengurangi jarak pandang. Kabut dan embun sebenarnya sangat terkait dengan keberadaan air dalam bentuk cair di atmosfer.

Kabut dan Kabut Es

Kabut terbentuk ketika udara hangat mengandung uap air dingin secara tiba-tiba, menyebabkan uap air tersebut mengembun menjadi butiran kecil air yang terlihat. Menurut definisi umum, kabut terjadi ketika jarak pandang berkurang hingga sekitar 1.000 meter atau kurang.

Beberapa jenis kabut yang umum ditemukan:

  • Kabut Radiasi (Radiation Fog), terbentuk saat suhu turun di malam hari dan udara kehilangan kemampuannya menahan uap air.
  • Kabut Lembah (Valley Fog), yang tertahan di daerah cekungan karena kondisi geografisnya.
  • Kabut Lereng (Upslope Fog), terbentuk ketika udara basah naik di lereng bukit atau gunung.
  • Kabut Beku (Freezing Fog), terjadi ketika kabut membeku membentuk kristal es saat suhu sangat rendah.

Mist (Kabut Tipis)

Mist adalah versi kabut yang lebih jarang dan memiliki jarak pandang yang lebih baik, biasanya lebih dari 1.000 meter. Mist juga terdiri dari air dalam bentuk butiran sangat kecil, namun kepekatan yang lebih rendah membuat dampak berkurangnya jarak pandang tidak sebesar kabut.

Fenomena kabut tipis tergambarkan secara gamblang sekaligus kelam dalam film The Mist (2010) besutan sutradara Frank Drabont.

Apa Itu Asap Polusi?

Berbeda dengan kabut dan mist yang merupakan kumpulan air, asap polusi terbentuk dari partikel-partikel polutan di udara yang bersumber dari aktivitas manusia atau alami, seperti kendaraan bermotor, pabrik, pembakaran bahan bakar fosil, serta kebakaran hutan.

Haze: Kabut Akibat Polusi

Haze atau kabut polusi terjadi ketika partikel-partikel kecil polutan di udara memantulkan cahaya matahari dan menghalangi pandangan ke kejauhan. Haze sering terjadi jauh dari sumber polusi karena partikel-partikel tersebut terbawa angin dan menumpuk di suatu area tertentu.

Misalnya, kabut polusi dapat mengurangi jarak pandang dari 150 km menjadi hanya 25 km di beberapa lokasi nasional park yang terdampak. Kondisi ini sering diburuk oleh aktivitas manusia yang meningkatkan kadar polutan di udara.

Smog: Kabut dan Asap Berbahaya

Istilah smog berasal dari gabungan kata smoke (asap) dan fog (kabut). Smog terjadi ketika polutan seperti nitrogen oksida dan senyawa VOC (volatile organic compounds) bereaksi dengan sinar matahari, membentuk ozon di tingkat rendah yang sangat berbahaya.

Smog ini bukan hanya mengurangi jarak pandang, tetapi juga menimbulkan iritasi mata, gangguan pernapasan, dan bahkan masalah kesehatan kronis seperti asma. Smog biasanya muncul di kota-kota besar dengan tingginya aktivitas industri dan kendaraan bermotor.

Apa Itu Kabut Asap?

Kabut asap adalah jenis kabut yang berbeda yang terbentuk oleh asap dari kebakaran hutan atau lahan yang bercampur dengan uap air di atmosfer. Kabut asap ini sering terjadi di daerah yang rawan kebakaran, seperti hutan tropis di Asia Tenggara, termasuk Indonesia khususnya di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.

Kontaminan utama di kabut asap adalah partikel karbon dan zat kimia berbahaya lainnya yang berasal dari pembakaran biomassa. Kondisi ini sangat membahayakan kesehatan terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Kabut asap bisa bertahan di atmosfer selama berminggu-minggu tergantung kondisi cuaca dan angin, dan dapat menyebar ke wilayah yang sangat luas, memengaruhi kualitas udara regional.

Fenomena kabut asap paling parah pernah terjadi di Indonesia menurut catatan sejarah yaitu:

Pada tahun 2015 yang melanda Indonesia, Kamboja, Brunei, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam. tragedi ini menyebabkan 19 warga Indonesia meninggal dunia karena infeksi pernapasan akut.

Pada tahun 2019 yang melanda Indonesia, Brunei, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam hingga menelan korban jiwa dua orang warga Indonesia.

Referensi

National Geographic Education – Mist

Kickassfacts – Fog Facts

Met Office UK – Types of Weather: Fog